Planet Dengan Satelit Terbanyak di Dunia

Planet Dengan Satelit Terbanyak di Dunia

Planet dengan satelit terbanyak sebelumnya dipegang oleh planet Jupiter. Akan tetapi, hal tersebut tidak berlaku lagi saat ini. Menurut CarnegiaInstitution for Science menyatakan bahwa planet yang memiliki satelit terbanyak saat ini adalah Planet Saturnus, karena baru saja terungkap 20 satelit lain yang ada disekitar planet tersebut.

Beberapa Fakta Terbaru Dari Planet Dengan Satelit Terbanyak di Dunia

Dilansir dari harapanrakyat.com bahwa penemuan satelit baru di Planet Saturnus merupakan hasil penelitian oleh ilmuwan dan peneliti dari Amerika Serikat. Hasil penelitian tersebut mengungkapkan bahwa dengan ditemukannya satelit tersebut membuat Saturnus menjadi planet yang memiliki jumlah satelit terbanyak di Galaksi Bima Sakti.

Planet dengan satelit terbanyak ini memiliki berbagai fakta yang menarik. Seperti arah gerak satelitnya yang berbeda, ukuran yang bervariasi dan lainnya, sehingga membuatnya cukup berbeda dibandingkan dengan satelit lain yang biasa diketahui. Adapun fakta-fakta dari Planet Saturnus tersebut antara lain:

  1. Jumlah Satelit Terbanyak

Planet dengan satelit terbanyak sebelumnya dimiliki oleh Planet Jupiter dengan jumlah satelit mencapai 79 buah. Namun, posisi ini bergeser setelah ditemukannya 20 satelit baru di Planet Saturnus, sehingga jumlah satelit yang ada berjumlah menjadi 82 satelit.

Akan tetapi, ukuran dari satelit yang ada di Planet Saturnus sangat beragam namun kebanyakan di antaranya memiliki diameter sekitar 5 km. Ukuran satelit yang cukup kecil disandingkan dengan ukuran Planet Saturnus yang sangat besar menyebabkan dibutuhkannya waktu hingga dua tahun agar satelit tersebut dapat berputar mengitari Saturnus.

  1. Satelit Tersebut Terbentuk dari Pecahan Satelit yang Lebih Besar

Menurut para ilmuwan keberadaan satelit ini pada awalnya merupakan satelit dengan ukuran yang jauh lebih besar. Namun, dikarenakan terjadinya tabrakan antar satelit, komet, ataupun asteroid yang menyebabkan satelit ini pecah dan membentuk satelit kecil.

Tentunya argumen ini masih memerlukan studi lebih lanjut untuk mengetahui penyebab sebenarnya bagaimana satelit baru ini terbentuk di sekitar Planet Saturnus. Studi ini tidak hanya akan membantu dalam menentukan penyebabnya namun juga dapat membantu untuk mengetahui keadaan serta kondisi sekitar Planet Saturnus pada saat tabrakan tersebut terjadi.

  1. Gerak Satelit Berbeda

Salah satu hal yang paling menarik dari planet dengan satelit terbanyakini dapat diketahui bahwa satelit yang berputar ternyata tidak bergerak searah dengan rotasi Saturnus. Namun, beberapa di antaranya justru bergerak berlawanan arah. Peristiwa ini kemudian dinamakan dengan retrogade. Sedangkan satelit yang bergerak searah disebut dengan progade.

Selain gerak satelit, ternyata para ilmuwan tersebut juga membagi satelit tersebut ke dalam beberapa kategori yang bergantung kepada sudut orbitnya. Kelompok tersebut kemudian dinamakan dengan Norse, Inuit serta Gallic. Penamaan ini bersumber dari berbagai mitologi namun semuanya merupakan nama dari kaum raksasa.

Para ilmuwan dari CarnegieInstitution for Sciene mengatakan bahwa timnya membutuhkan peralatan berupa teleskop terbesar yang ada di dunia agar dapat melakukan inventarisasi dari seluruh satelit yang mengelilingi setiap planet yang memiliki ukuran sangat besar. Hal ini perlu dilakukan agar para ilmuwan dapat melakukan pengamatan dengan lebih mendetail sehingga hasil pengamatan dari satelit tersebut dapat digunakan untuk menjawab pertanyaan bagaimana tata surya yang ada di dunia dapat terbentuk dan berevolusi.

Salah satu peneliti dari CarnegieInstitution yaitu Dr. Sheppard mengatakan bahwa dengan memakai teleskop tersebut, ia dan timnya tidak hanya dapat mengamati satelit yang berukuran besar namun juga yang berukuran kecil secara bersamaan. Karena ukuran diameter setiap satelit di cincin Planet Saturnus sangat beragam, sehingga sulit untuk dilihat dari teleskop dengan ukuran yang kecil.

Penemuan 20 satelit baru ini membuat para peneliti serta institusi tersebut mengajak khalayak publik untuk berpartisipasi memberikan nama satelit baru tersebut. Penamaan ini haruslah mengikuti nama para raksasa yang ada dari mitologi Gallic, Norse dan Inuit. Anda dapat ikut serta dengan mengirimkan tweet kepada @SaturnLunacy lengkap beserta tagar#NameSaturnsMoons.

Penemuan satelit baru ini membuat posisi planet dengan satelit terbanyak yang sebelumnya dipegang oleh Planet Jupiter berpindah menjadi milik Planet Saturnus. Walaupun jumlah satelit di Saturnus sangat banyak, namun para ilmuwan meyakini bahwa masih banyak lagi satelit yang belum ditemukan sehingga jumlah tersebut dapat berubah sewaktu-waktu.