Mengenali Beberapa Faktor Penyebab Migrain dan Gejalanya

Penyebab Migrain dan Gejalanya

Migrain adalah salah satu penyakit yang menyerang saraf kepala atau sering disebut juga gangguan sistem neurologi. Penderitanya akan merasakan pusing dan sensasi berdenyut di sebagian kepalanya. Migrain berbeda dengan sakit kepala sebelah. Penyakit ini sering menimbulkan gejala yang mengiringinya. Sebagian besar penderitanya adalah wanita. Satu dari 5 wanita mengalami penyakit ini. Faktor Penyebab migrain ada banyak diantaranya adalah:

Faktor genetik

Yang satu ini memang sulit untuk dihindari, faktor yang diturunkan dari orang tua kepada anaknya atau garis keturunannya memiliki potensi lebih tinggi. Persentase kemungkinannya yakni mencapai 50%. Jika ada riwayat migrain dalam keluarga Anda, maka sebaiknya cegah dengan mengkonsumsi makanan yang kaya akan magnesium, serta omega 3 yang bisa didapat dari makanan seperti ikan, selain itu atur jadwal istirahat, management stress dan perbanyak olahraga meditasi. Meskipun demikian, migrain juga disebut akibat dari pembengkakan pembuluh darah yang menuju otak, sehingga neurologi jadi terganggu dan menimbulkan denyutan di sebagian kepala dan menyebabkan pusing.

Makanan

Selain gangguan pembuluh darah, makanan juga punya andil yang menjadi penyebab migrain. Produk makanan yang mengandung kafein, MSG, juga tiramin dapat memicunya. Makanan dengan kandungan-kandungan senyawa aktif tersebut akan mempengaruhi kinerja sistem saraf pusat serta pembuluh darah pada otak. Tiramin juga mengakibatkan ketidakseimbangan hormon sehingga juga mengganggu pembuluh darah. Makanan yang dihindari antara lain junkfood, keju, dan coklat. Perbanyaklah konsumsi sayuran hijau, ikan-ikanan, air putih dan istirahat.

Sensitifitas pada bau, cahaya, panas tajam yang menyengat

Ketajaman bau, cahaya, atau panas menjadi faktor penyebab selanjutnya. Karena migrain ini menyerang sistem saraf/neurologi, maka sensitifitas ketiga hal tersebut cukup punya pengaruh banyak. Ketiganya memerlukan saraf untuk dapat teridentifikasi, ketika kehadirannya dirasa berlebihan, otak tak dapat menerimanya dan memicu denyutan pada sebagian kepala. Biasanya terasa di belakang salah satu mata. Gejala aura juga bisa muncul saat tubuh terlalu terganggu dengan sensitivitas tajam tersebut. Aura sendiri lebih menyerang penglihatan, orang yang mengalaminya akan merasa penglihatannya kabur atau ganda. Ada sebuah ilusi yang muncul dan menyamarkan gambar sesungguhnya, seperti kunang-kunang dan tidak jelas.

Perubahan siklus Menstruasi

Sebuah penelitian menyebutkan bahwa wanita yang telah mengalami manopause rentan mengalami migrain. Hal ini disebabkan karena keadaan hormon pada tubuh yang tak lagi seimbang. Perubahan hormon estrogen pada tubuh wanita yang tak lagi mengalami haid ini menjadi tidak stabil, hal tersebut juga dapat memicu migrain. Sama juga pada mereka yang mengalami stress. Ketika seseorang stress otak akan memproduksi senyawa kimia seperti kortisol yang berpengaruh pada pembuluh darah. Sehingga sistem peredaran darah menjadi terhambat, ini juga dapat menjadi faktor migrain pada sebagian kasus.

Ada gejala-gejala pengiring penyakit yang menyerang saraf di kepala ini yang muncul sesaat sebelum atau sesudah terserang. Diantaranya adalah nyeri pada mata, sering buang air kecil dua hari atau paling cepat satu jam sebelumnya. Gejala lainnya yaitu banyak menguap, mual muntah, sensitif terhadap cahaya terang, suara bising atau bau tajam, menginginkan makanan seperti coklat, gangguan penglihatan seperti berkunang-kunang (gejala aura), juga gejala mati rasa seperti kesemutan. Jika Anda merasakan gejala tersebut, jangan lupa untuk segera istirahat dan jangan melakukan aktivitas berat. Meminum minuman hangat seperti seduhan jahe dan menghirup aroma terapi juga bisa jadi pertolongan pertama. Beberapa orang yang mengenali penyebab migrain dan gejalanya di tubuh dapat mencegahnya sebelum kambuh dengan cara rebahan. Apabila dirasa masih kurang enak Anda bisa hubungi dokter terdekat.